Mikroskop Fluorescence, Jadi Alat Yang Sangat Canggih

Bagi kalian yang sudah mempelajari ilmu pengetahuan alam pasti tahu bahwa dunia ini tidak hanya dihuni oleh obyek yang bersifat nampak dan mampu disaksikan menggunakan mata telanjang. Tetapi juga dihuni oleh benda yang bersifat kecil atau renik. Jangan membayangkan benda renik tersebut adalah makhluk halus ataupun hal yang bersifat supranatural, ya.

Di sini kita membahas mengenai ilmu pengetahuan di mana benda tak tampak atau renik tersebut disebabkan ukurannya yang sangat kecil. Bahkan di dalam tubuh kalian pun terdapat benda renik, yaitu sel. Bukankah tubuh makhluk hidup tersusun dari sel? Nah untuk bisa mengamati benda renik tersebut dibutuhkan alat khusus yang disebut mikroskop.

Benda unik yang mampu memperbesar bayangan preparat ini ditemukan oleh seorang peneliti bernama Anton Van Leeuwenhoek yang hidup di kisaran tahun 1632-1723. Mikroskop mampu menjadi penyambung bagi mata menyaksikan obyek yang sangat kecil berukuran mikron. Terdapat berbagai jenis mikroskop, salah satunya adalah mikroskop Fluorescence.

baca juga apa itu mikroskop fase kontras

Kekuatan pandang mikroskop adalah dengan adanya cahaya. Lensa yang berhubungan langsung dengan mata pengamat akan menyaksikan benda yang berada di bawah lensa obyektif. Benda atau preparat mampu diamati setelah adanya kondensasi dan pantulan cahaya yang ditimpakan selanjutnya dipantulkan oleh sebuah cermin sehingga benda bisa diamati dengan jelas.

Tanpa pencahayaan maka benda tidak akan bisa terlihat dengan jelas. Cermin atau kondensor biasanya terletak di bawah gelas atau kaca preparat dan memantulkan cahaya ke arah atas.

Pada mikroskop Fluorescence, cahaya yang diterima oleh mikroskop atau yang dipancarkan oleh lampu mikroskop memiliki intensitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya biasa. Fungsi mikroskop Fluorescence ini adalah untuk memperkuat visual obyek dengan adanya tambahan fitur.

Pada mikroskop fluorescence ini dilengkapi dengan filter cahaya, yaitu filter exciter yang mampu menerima, sekaligus memantulkan semua jenis warna cahaya selain biru. Apapun filter lainnya adalah filter barrier yang memantulkan warna cahaya selain biru serta menahan warna biru untuk dipantulkan menuju obyek.

Sistem hamburan cahaya atau fluorosensi cahaya menuju ke titik obyek akan diserap oleh fluorofor yang selanjutnya dihasilkan cahaya dengan gelombang yang lebih panjang hingga mengena ke obyek. Hasilnya akan nampak resolusi tampilan obyek yang lebih detail dan jelas.
Kegunaannya Dalam Penelitian

Menggunakan mikroskop untuk mengamati obyek tentu dibutuhkan kecermatan dan ketelitian. Semakin canggih alat maka detail obyek akan tergambar dengan lebih jelas. Mikroskop Fluorescence sangat membantu pengamat untuk menekiti benda renik secara langsung. Perbesaran obyek bisa dimaksimalkan sampai dengan 1.000 kali ukuran yang sesungguhnya.

Penelitian DNA yang berukuran mikron dapat dilakukan menggunakan mikroskop Fluorescence. Cahaya yang dipendarkan lebih bersifat eksplorasi sinar warna biru dan cahaya ultraviolet. Penelitian klinis dan medis yang mempelajari sel, bagian genetik seperti kromosom, dapat menggunakan mikroskop jenis ini. Demikian pula pada pengamatan terhadap virus, mikroorganisme juga akan bisa lebih terlihat detail dengan menggunakan mikroskop jenis ini.

Begini Kelebihan Dan Kekurangan

Setiap alat memiliki kelebihan maupun kekurangan. Demikian pula dengan mikroskop Fluorescence. Mikroskop yang memanfaatkan fluorosensi cahaya ini adalah adanya iluminasi medan yang lebih kuat sehingga pantulan obyek menampakkan gambar yang lebih jelas dan detail. Perbesaran obyek yang kuat semakin meningkatkan tingkat kejelasan gambaran obyek.

baca juga apa itu mikroskop binokuler

Sehingga untuk mengamati preparat dengan detail yang rumit seperti virus, mikroskop ini sangat tepat untuk digunakan.
Sebenarnya tidak banyak kelemahan mikroskop Fluorescence, hanya saja penggunaannya sedikit rumit dan dibutuhkan perawatan khusus supaya tidak kotor terutama pada bagian fluorifor sehingga fungsinya tetap optimal. Demikian penjelasan mengenai mikroskop Fluorescence, semoga bisa menambah wawasan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *