Kenali Apa Itu Mikroskop Elektron Dan Klasifikasinya

Mikroskop memang menjadi salah satu penemuan yang berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Jika dahulu pembuatan mikroskop sangat terbatas dan hanya punya fungsi – fungsi mendasar saja maka lain ceritanya dengan saat ini.

Kalian tentu sudah menjumpai perkembangan mikroskop bisa dikatakan menjadi lebih pesat. Jenis-jenis baru dibuat dengan menerapkan berbagai komponen sehingga menghasilkan alat yang punya fungsi lebih maksimal.

baca juga Apa itu mikroskop fase kontras

Dari banyak jenis mikroskop elektron adalah contoh mikroskop yang memanfaatkan komponen elektron yang fungsinya menggantikan cahaya sebagai pembentukan gambar. Sehingga resolusi objek yang ditampilkan lebih jauh lebih jelas.

mikroskop elektron

Perbedaan Mikroskop Elektron Dengan Mikroskop Lainnya

Di Indonesia sendiri mikroskop elektron jarang didapati karena harganya yang cukup mahal. Hal tersebut dikarenakan komponen dalam mikroskop ini dibuat menggunakan kombinasi bahan yang lebih kompleks. Nah, apakah kalian tahu apa yang membedakan mikroskop elektron dengan mikroskop lainnya? Berikut perbedaan yang bisa kita amati.

  1. Komponen utama mikroskop elektron menggunakan partikel elektron sebagai pengganti cahaya dan magnet sebagai pengganti lensanya. Maka, tidak heran kualitas objek yang dihasilkan lebih sempurna.
  2. Pembesaran yang dilakukan dua ribu kali lebih besar dari mikroskop cahaya biasa. Tentu kalian bisa mengamati bagian yang sangat terkecil dari suatu objek.
  3. Berbeda dengan mikroskop cahaya biasa yang bisa mengamati objek hidup maupun mati. Sayangnya, mikroskop elektron hanya bisa digunakan untuk mengamati objek mati saja.
  4. Ketika meneliti objek yang juga harus diletakkan di ruang hampa udara agar hasil kualitas pengamatan lebih akurat karena elektron bisa menembus hingga ke sel yang terkecil.
  5. Hampir sama dengan mikroskop biasanya yang mempunyai banyak jenis. Mikroskop elektron juga mempunyai beberapa macam jenis yang tentu berbeda fungsi dan cara kerjanya.
    Jenis-Jenis Mikroskop Elektron
    Dari fungsinya mikroskop di bedakan dalam beberapa jenis. Hal ini dikarenakan kerja mikroskop ini tergantung dengan tingkat objek yang diamati. Berikut jenis-jenisnya yang perlu kalian ketahui.
  6. Mikroskop Transmisi Elektron
    Mikroskop ini biasanya disebut mikroskop TEM. Cara kerjanya adalah mengamati objek dengan pembesaran satu juta kali. Pengamatan yang menggunakan mikroskop ini hanya perlu melihat hasil pengamatan pada layar seperti pada layar proyektor slide.
    Resolusi mikroskop TEM ini juga cukup baik yaitu 1 angstrom. Namun, mikroskop elektron jenis ini hanya bisa mengamati objek dengan ketebalan yang sangat tipis sehingga tidak selalu dapat diandalkan untuk sebuah penelitian.
  7. Mikroskop Pemindai Transmisi Elektron
    Seperti namanya yang hampir sama dengan penjelasan diatas. Mikroskop STEM ini merupakan hasil pengembangan dari TEM. Mikroskop ini menghasilkan gambar CTR seperti pada perangkat televisi.
  8. Mikroskop Pemindai Elektron
    Fungsi mikroskop pemindai elektron (SEM) ini untuk memindai permukaan objek yang diamati. Objek yang diamati diproses dengan cara scanning keseluruhan permukaan sehingga menampilkan gambar 3 dimensi. Sehingga tidak ada syarat suatu objek harus mempunyai ukuran maksimal untuk diamati
  9. Mikroskop Pemindai Lingkungan Elektron
    Perkembangan teknologi menjadikan perkembangan mikroskop elektron menjadi lebih hebat. Jika Mikroskop jenis TEM dan SEM belum mampu mengamati objek tanpa syarat kini ESEM ada sebagai solusinya. ESEM bisa digunakan untuk mengamati objek yang berada pada lingkungan basah mampu kering sehingga memungkinkan pengamat mendapatkan hasil yang hampir sempurna karena morfologi objek berada dalam keadaan (normal) tidak berubah dari awal.
    Peran mikroskop elektron sangat penting dan krusial. Dalam bidang kesehatan mikroskop ini lebih banyak digunakan dari pada untuk bidang lainnya. Seperti untuk mengamati perkembangan virus yang dari tahun ke tahun semakin kuat. Dengan mikroskop elektron yang senantiasa dikembangkan lebih modern lagi tentu akan sangat membantu kerja peneliti lebih cepat dan juga efisien.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *