Mengenal Mikroskop Binokuler Mulai Dari Bagian Dan Fungsinya

Sebagian kita pastinya tidak asing dengan istilah mikroskop, ya? Secara umum, mikroskop merupakan sebuah alat yang sering digunakan untuk penelitian. Dimana benda ini membantu manusia untuk meneliti objek berukuran sangat kecil sekalipun.

Kita bisa mendapatkan tampilan gambar yang lebih jelas dan focus karena lensa mikroskop akan memperbesar tampilan objek yang diteliti.
Membahas tentang mikroskop, ternyata banyak sekali varian yang bisa ditemukan pada benda ini lho. Berdasarkan perkembangannya, mikroskop dibedakan menjadi dua jenis. Yakni mikroskop monokuler dan juga mikroskop binokuler.

Perbedaan kedua mikroskop tersebut terletak pada lensa okuler yang digunakan. Seperti namanya, mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang menggunakan satu buah lensa okuler.Sedangkan mikroskop binokuler adalah jenis mikroskop yang menggunakan dua buah lensa okuler.

mikrokop binokuler

Secara umum, mikroskop dengan dua jenis lensa okuler lebih nyaman untuk digunakan. Pasalnya, pengguna tentunya merasa lebih nyaman untuk mengamati objek dengan dua mata dan dua lensa daripada hanya satu lensa saja.

Bagian-bagian Mikroskop Binokuler yang Penting Diketahui

Nah, setelah mengetahui penjelasan singkat mengenai mikroskop binokuler, maka selanjutnya kita akan membahas mengenai bagian-bagian dari mikroskop. Mikroskop terbuat dari komponen-komponen pembentuk yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Setiap bagian ini akan tersusun menjadi satu kesatuan yang kaya fungsi.

baca juga apa itu mikroskop Fluorescence

Nah, apa saja bagian-bagian dari mikroskop beserta fungsinya? Mari kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Bagian optik

Bagian optik sering disebut juga sebagai bagian kepala atau bodi dari sebuah mikroskop. Beberapa bagian yang terdapat pada optik, antara lain:

Lensa

Lensa merupakan bagian optik dari sebuah mikroskop. Kegunaan dari lensa ini adalah sebagai alat yang berfungsi untuk memperbesar bayangan. Pada sebuah mikroskop, pada umumnya terdapat dua buah jenis lensa. Yakni lensa okuler dan juga lensa objektif. Apa saja perbedaannya?
Nah, kedua jenis lensa ini sebenarnya memiliki fungsi yang saling berkaitan.

Lensa okuler merupakan bagian yang paling dekat dengan mata. Fungsinya yaitu untuk memperbesar fokus benda yang dihasilkan oleh lensa objektif. Sedangkan untuk lensa objektif sendiri merupakan lensa yang letaknya di bagian bawah. Lensa ini berada dekat dengan objek dan berfungsi untuk menghasilkan bayangan yang nyata, terbalik dan diperbesar.

Kondensor

Selain lensa, bagian optik juga memiliki beberapa perangkat lainnya. Seperti bagian kondensor yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya. Kondensor ini biasanya terletak di bagian bawah meja dan berfungsi untuk mengatur cahaya ke atas dan bawah.

Diafragma

Diafragma berfungsi sebagai pengatur intensitas cahaya pada spesimen. Letaknya berada di bawah meja dan di atas kondensor.

Iluminator

Iluminator merupakan sumber cahaya atau reflektor dari sebuah mikroskop. Pada mikroskop listrik, iluminator berasal dari lampu hologen. Namun pada mikroskop konvensional, sumber cahaya biasanya berasal dari cermin yang memantulkan cahaya matahari.

Bagian Non Optik

Selain bagian optik yang telah kita sebutkan di atas, mikroskop juga terdapat bagian non optik. Bagian non optik pada mikroskop sering juga disebut sebagai bagian mekanik. Beberapa bagian-bagian non optik yang terdapat pada mikroskop, antara lain:

Tabung Lensa

Tabung lensa adalah bagian yang digunakan untuk menghubungkan lensa okuler dengan objektif. Pada mikroskop binokuler, biasanya terdapat cincin diopter yang berfungsi untuk mengatur ketidaksinkronan penglihatan. Selain menggunakan diopter, mikroskop binokuler juga biasanya dilengkapi dengan pengaturan Interpupillary. Pengaturan Interpupillary ini sendiri memiliki fungsi untuk mengatur jarak pandang antara dua pengamat yang berbeda.

Revolver

Revolver merupakan tempat yang berfungsi sebagai rumah bagi lensa objektif. Cara menggunakannya cukup mudah, kalian hanya perlu memutar revolver tersebut untuk memperbesar atau memperkecil fokus lensa objektif.

Meja Preparat

Meja preparat merupakan bagian mikroskop yang berfungsi untuk meletakkan objek yang akan diamati.

Pengunci Preparat

Pengunci preparat ini terletak diatas meja preparat. Fungsinya adalah sebagai penjepit objek yang akan diamati sehingga posisinya stabil dan mempermudah proses pengamatan.

Makrometer Dan Mikrometer

Fungsi dari kedua bagian ini hampir sama, yaitu untuk memperjelas objek sehingga terlihat lebih fokus. Cara menggunakan cukup simpel, kalian hanya perlu memutar knob makrometer untuk menemukan gambar. Lalu kemudian menggunakan mikrometer untuk memperjelas objek tersebut.

Sendi inklinasi

Bagian ini berfungsi untuk mengatur tingkat kemiringan dari meja preparat. Dengan pengaturan yang tepat dari sendi inklinasi ini, kalian dapat bekerja dengan lebih nyaman dan argonomis.

Nah, itulah tadi beberapa bagian-bagian yang terdapat didalam mikroskop. Baik mikroskop monokuler maupun mikroskop binokuler sebenarnya hampir sama. Yang membedakannya adalah dari segi penggunaan lensa. Yakni karena mikroskop binokuler ini menggunakan dua buah lensa okuler.
Mikroskop binokuler juga terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan cahaya yang dipakai.

Seperti diantaranya mikroskop cahaya, mikroskop stereo, mikroskop listrik, polarisasi, mikroskop elektron dan lain sebagainya. Meskipun demikian, pada umumnya bagian-bagian dari mikroskop tersebut hampir sama antara satu dengan yang lainnya. Yang membedakan hanyalah dari segi letak pencahayaan saja.

Bagaimana, sudah cukup banyak tahu mengenai mikroskop binokuler ya? Kalian bisa dapatkan ulasan mikroskop lainnya di sini. Untuk kalian yang bercita – cita sebagai peneliti, tentu materi kali ini sangat perlu dipahami benar, ya?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *